MENGENAL GP ANSOR: DARI OLAHRAGA UMUM HINGGA KODE RAHASIA SEMBILAN BINTANG
Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) merupakan salah satu organisasi kepemudaan Islam terbesar di Indonesia
1. Akidah, Asas, dan Sifat Organisasi
Sebagai bagian tak terpisahkan dari Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor berpegang teguh pada prinsip-prinsip berikut
Akidah: GP Ansor berakidah Islam menurut paham Ahlussunnah wal Jama'ah
. Dalam bidang akidah mengikuti Imam Abu Hasan al-Asy'ari dan Imam Abu Manshur al-Maturidi; bidang fikih mengikuti salah satu dari empat mazhab (Hanafi, Maliki, Syafi'i, Hanbali); serta bidang tasawuf mengikuti Imam al-Junaid al-Baghdadi dan Imam Abu Hamid al-Ghazali . Asas: Berasaskan Pancasila
. Sifat: Bersifat kepemudaan, kemasyarakatan, kebangsaan, dan keagamaan yang berwatak kerakyatan
.
2. Tujuan dan Bidang Usaha GP Ansor
GP Ansor didirikan dengan tiga tujuan strategis
Membentuk Kader: Mengembangkan generasi muda Indonesia sebagai kader bangsa dan kader NU yang cerdas, tangguh, berakhlak mulia, serta bertakwa
. Pembangunan Nasional: Berperan aktif dan kritis dalam pembangunan nasional demi terwujudnya cita-cita kemerdekaan yang adil dan makmur
. Penegakan Ajaran: Menegakkan ajaran Ahlussunnah wal Jama'ah dalam wadah NKRI demi kemaslahatan umat
.
Untuk mencapai tujuan tersebut, GP Ansor bergerak di berbagai bidang, seperti pengembangan sumber daya manusia (SDM), penguatan wawasan kebangsaan, pendidikan, kewirausahaan pemuda, kesenian/kebudayaan, hingga pelayanan kesehatan masyarakat
3. Keanggotaan dan Jenjang Kaderisasi
Siapa saja yang bisa bergabung dengan GP Ansor, dan bagaimana tingkatannya?
Syarat Anggota: Warga Negara Indonesia (WNI) beragama Islam, berusia 20 hingga 45 tahun, serta menyetujui dan taat pada peraturan organisasi
. Stelsel Aktif: GP Ansor menganut stelsel aktif dalam keanggotaannya
. Jenjang Kaderisasi: Seseorang dinyatakan sebagai kader sah apabila lulus dari pendidikan kaderisasi yang terdiri atas tiga jenjang
: Pendidikan Kaderisasi Jenjang Awal
Pendidikan Kaderisasi Jenjang Lanjutan
Pendidikan Kaderisasi Jenjang Tertinggi
4. Tingkatan Kepengurusan
Struktur kepengurusan GP Ansor berjenjang dari tingkat pusat hingga desa
Pimpinan Pusat (PP): Tingkat nasional (kedudukan di Ibu Kota Negara)
. Masa khidmah 5 tahun . Pimpinan Wilayah (PW): Tingkat provinsi. Masa khidmah 4 tahun
. Pimpinan Cabang (PC): Tingkat kabupaten/kota (termasuk PC Luar Negeri). Masa khidmah 4 tahun (2 tahun untuk PC Luar Negeri)
. Pimpinan Anak Cabang (PAC): Tingkat kecamatan. Masa khidmah 3 tahun
. Pimpinan Ranting (PR): Tingkat desa/kelurahan. Masa khidmah 2 tahun
.
Catatan Khusus: Ketua Umum Pimpinan Pusat hanya dapat menjabat selama satu periode saja
5. Perangkat Utama: Barisan Ansor Serba Guna (BANSER)
Salah satu perangkat organisasi GP Ansor yang paling dikenal oleh publik adalah Banser
Struktur Banser: Terdiri dari Satkornas (Pusat), Satkorwil (Provinsi), Satkorcab (Kabupaten/Kota), Satkoryon (Kecamatan), hingga Satkorkel (Desa/Kelurahan)
. Kepala Satuan Koordinasi Banser di setiap tingkat diampu oleh salah satu ketua pada kepengurusan GP Ansor di tingkat tersebut
.
6. Makna Filosofis Lambang GP Ansor
Lambang berbentuk segitiga berwarna hijau milik GP Ansor memiliki makna mendalam
Segitiga Sama Sisi: Keseimbangan pelaksanaan ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama'ah (Iman, Islam, Ihsan / Tauhid, Fikih, Tasawuf)
. Garis Tebal & Tipis: Keserasian hubungan antara pemimpin (garis tebal) dan yang dipimpin (garis tipis)
. Bulan Sabit: Melambangkan kepemudaan
. Sembilan Bintang: 1 bintang besar di tengah melambangkan Sunnah Rasulullah SAW; 4 bintang di kanan melambangkan Khulafaur Rasyidin; 4 bintang di kiri melambangkan 4 mazhab fikih
. Sinar: 3 sinar ke bawah melambangkan pancaran iman, Islam, dan ihsan
; 5 sinar ke atas melambangkan Rukun Islam . Total 8 sinar melambangkan semangat juang Ashabul Kahfi serta penyebaran agama ke 8 penjuru mata angin .
Berita Terkait Lainnya